memusnahkan – FolioDigital: Platform Game Online Inovatif & Penuh Tantangan https://foliodigital.net FolioDigital adalah platform game online yang menggabungkan inovasi digital dengan gameplay seru dan kompetitif. Sat, 10 Jan 2026 13:06:55 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.9.4 Saat Asteroid Memusnahkan Dinosaurus, Mengapa Mamalia Bisa Bertahan? https://foliodigital.net/2026/01/11/saat-asteroid-memusnahkan-dinosaurus-mengapa-mamalia-bisa-bertahan/ Sun, 11 Jan 2026 02:34:00 +0000 https://foliodigital.net/?p=17

Nationalgeographic.co.id – Saat asteroid menghantam Bumi sekitar 66 juta tahun lalu dan memusnahkan dinosaurus, tidak semua kehidupan ikut lenyap. Di balik kehancuran global itu, mamalia justru mampu bertahan. Lantas, apa yang membuat mereka selamat?

Menjelang akhir Zaman Kapur, dinosaurus raksasa masih menguasai daratan dan rantai makanan. Namun di balik dominasi tersebut, mamalia purba telah lebih dulu menjalani kehidupan yang adaptif dari yang selama ini dibayangkan.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mamalia tidak sekadar “menunggu giliran” untuk berkembang setelah dinosaurus punah. Jauh sebelum asteroid menghantam Bumi, sebagian dari mereka telah beradaptasi dengan kehidupan di darat.

Temuan ini menantang pandangan lama yang menyebut mamalia purba sebagai penghuni pepohonan yang baru turun ke tanah setelah kepunahan massal Kapur–Paleogen (K–Pg). Bukti tersebut berasal dari analisis fosil mamalia kecil yang hidup pada akhir Zaman Kapur.

Profesor Christine Janis dari School of Earth Sciences, University of Bristol, bersama timnya meneliti ujung-ujung tulang anggota tubuh atau dikenal sebagai epifisis yang menyimpan petunjuk penting tentang cara hewan bergerak. Struktur tulang itu menunjukkan adaptasi untuk berjalan dan berlari di permukaan tanah, bukan untuk memanjat atau bergelantungan di pepohonan.

Periode Maastrichtian, fase terakhir Zaman Kapur Akhir sekitar 72–66 juta tahun lalu, merupakan masa penuh dinamika. Permukaan laut global jauh lebih tinggi dibandingkan sekarang, dengan laut dangkal hangat menutupi sebagian besar benua.

Daratan dihuni kawanan herbivor raksasa seperti Triceratops dan hadrosaurus berparuh bebek, sementara predator puncak seperti Tyrannosaurus rex mengintai di puncak rantai makanan.

Pada saat yang sama, tumbuhan berbunga atau angiosperma mulai menyebar luas. Kehadiran mereka mengubah struktur ekosistem darat, menciptakan lanskap yang lebih kompleks dengan semak-semak dan vegetasi rendah.

Burung dan mamalia purba berevolusi perlahan dalam lingkungan ini, nyaris tak terlihat di tengah dominasi dinosaurus. Namun, kondisi Bumi tidak stabil. Aktivitas vulkanik besar-besaran di wilayah yang kini menjadi India, dikenal sebagai Deccan Traps, melepaskan gas dalam jumlah besar ke atmosfer. Iklim mulai bergejolak, dan ekosistem menjadi semakin rapuh.

Ketika asteroid raksasa akhirnya menghantam, rangkaian bencana pun terjadi: kebakaran global, kegelapan berkepanjangan, dan runtuhnya rantai makanan. Sekitar 75 persen spesies di Bumi punah, termasuk dinosaurus non-unggas. Mamalia, secara mengejutkan, termasuk kelompok yang berhasil bertahan.

Bagaimana Mamalia Bisa Bertahan?

Keberhasilan ini tidak bisa dilepaskan dari perubahan vegetasi. Angiosperma menciptakan lapisan bawah hutan yang lebih rapat dan kaya sumber daya. “Habitat vegetasi lebih berpengaruh terhadap evolusi mamalia pada periode Kapur dibandingkan pengaruh dinosaurus itu sendiri,” ujar Profesor Janis.


KOMENTAR

Popular

Tag Popular

]]>